l


Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 Tahun, Kajari PALI Beberkan Beberapa Kasus Perkara

  • 22 Juli 2021
  • Laporan : Firman

PALI. SMR - di Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 tahun, Agung Arifianto SH MH, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, didampingi Kasi pidum,kasi pidsus,kasi datun,kasi intel, kasubagbin dan kasi bb & br, dalam Konferensi Pers membeberkan beberapa kasus perkara.

Ada beberapa perkara yang telah ditangani oleh Kejari kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, diantaranya Normalisasi Sungai Abab, Kasus 363, Kasus Narkotika, penyalahgunaan anggaran di Setwan tahun 2017, Kamis (22/7/2021). 

Agung mengatakan Kajari Pali telah menetapkan tiga tersangka, pihaknya telah mendapat hitungan kerugian negara atas kasus normalisasi sungai Abab, yakni sebesar Rp 3.543.731.715,62.

"Dalam kasus telah  mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Sisanya kita bebankan kepada tiga orang tersangka. Apabila hingga proses persidangan belum juga dikembalikan, maka kita akan cari aset mereka (tiga tersangka) kemudian untuk disita. Untuk penahanan tiga tersangka, tunggu saja tanggal mainnya," ucapnya.

Bukan itu saja Kajari juga telah melakukan penyelidikan kasus pengelolaan angaran Setwan tahun 2020 dan penuntutan dugaan penyalahgunaan anggaran di Setwan tahun 2017 dan telah menetapkan terdakwa AF kurungan penjara 15 tahun dan mantan bandahara Sekwan, Mujarab 7,5 tahun penjara.

"kasus di SMPN 5 kecamatan Penukal dengan tiga orang terdakwa diganjar masing-masing 1 tahun penjara dan telah mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 100 juta lebih," ungkapnya.

Masih katanya, Kajari telah menyatakan telah menandatangani MoU dengan Dinas Pendidikan dan DPMD.

Serta sampai Juli 2021, JPN telah mengeluarkan 58 surat kuasa khusus serta berhasil memulihkan keuangan daerah sebesar Rp 2 M lebih dan dari pembayaran Galian C sebesar Rp 2,9 M.

"Kita juga telah menyelamatkan keuangan daerah sebesar Rp 100 M lebih karena menang dalam gugatan perkara covid-19, dimana Pemkab PALI digugat sebesar Rp 100 M. Pada Seksi Pidum, masuk SPDP 137 perkara, " tukasnya. (red)

Tag :
Berita Terkait