/> l


Pengadaan Susu Formula Bumil di Muratara, Diduga Kuat Mark Up

  • 10 Januari 2021
  • Laporan : Leo Saputra

Muratara , SMR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muratara pada Tahun Anggaran 2020, melaksanakan kegiatan belanja yaitu belanja susu formula untuk Ibu Hamil (Bumil) dengan dana sebesar Rp345.600.000. Kegiatan ini sudah berjalan mulus.

Hanya saja, akhir-akhir ini proses kegiatan belanja susu itu diduga kuat terjadi kongkalikong sejumlah pihak. Sehingga disinyalir harga yang dianggarkan tidak sesuai dengan produk yang dibelanjakan.

Menanggapi hal ini, Marlinda Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Muratara selaku Pengguna Anggaran (PA) terkesan mengelak dan melempar tanggung jawab ini kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP).

“Barang yang kami terima sesuai spek. Soal lelang, itu wewenang ULP,” ujar Marlindasari kepada wartawan saat dihubungi via Whatsapp. Sebelumnya, penyedia dari kegiatan ini sudah dihubungi wartawan.

Pada intinya ‘melempar’ permasalahan ini ke Kadinkes langsung selaku PA. Informasi yang diterima, adapun merek susu yang dibelanjakan adalah bermerk Frisian Flag ukuran 400 gram dan 800 gram.

Sementara dengan nilai dana yang ada, ditaksir bisa membeli susu yang lebih bermerk, lebih tinggi kualitasnya dari pada produk yang terlanjur dibeli itu. Seperti Prenagen misalnya.

Tak hanya itu, informasi juga didapat bahwa adanya diskon yang lumayan besar, bahkan mencapai 40% dari distributor susu ke pihak rekanan tersebut.

Anehnya, susu yang dibeli itu malah didistribusikan ke daerah Bengkulu. “Maaf dindo, kagek yo, aku lagi Otw Palembang. Sinyal ilang-ilang,” balas Marlindasari menjawab permasalah itu.

Sementara itu, rekanan atau pemborong menjelaskan kalau mengenai harga susu itu merupakan hasil dari tim perencanaan.

Kemudian masalah tender, ia pun terkesan mengelak. “kalo masalah hargo, punyo tim perencanaan. Lau masalah diskon itu, kalau salah diskon, kito kembali ke spek-nyo. Masalah proses tender bukan kewenangan aku. Dan bukan kapasitas aku,” ujarnya. 

Terkait informasi perencanaan tender kalah, dan ada yang memasukkan penawaran lebih dengan nilai lebih tinggi, serta lebih bagus produknya, pemborong itu tak menjawab.

Lebih lagi soal pendistribusian susu yang dikabarkan ke daerah Bengkulu. “Sudahlah kito temuan di Linggau be. mungkin satu minggu ini. Dan jugo kamu begawe cak itu, Aku begawe cak ini. Kito kenalan bae,” pungkas si Pemborong.(Leo Saputra )

Tag :
Berita Terkait